Lewati ke konten
Panduan Agent AI

AI untuk Laporan Keuangan: Apa yang Bisa Dibantu dan Batasnya

· 8 menit baca

Pemilik usaha memeriksa baris laporan keuangan hasil AI dengan nota dan kalkulator di meja kerja

Laporan keuangan usaha kecil dibangun dari pekerjaan yang berulang: mengumpulkan nota, mencatat transaksi, memberi akun, mencocokkan saldo, lalu merangkumnya. AI bisa mengambil sebagian pekerjaan itu. Artikel ini membahas bagian mana yang cocok dibantu AI, bagian mana yang tetap harus diputuskan orang, dan cara memulainya tanpa membuat angka di laporan sulit dipertanggungjawabkan.

Apa maksud AI untuk laporan keuangan?

AI untuk laporan keuangan adalah pemakaian alat AI di dalam alur pembukuan dan pelaporan, mulai dari pengambilan data transaksi sampai penyusunan ringkasan. Panduan AI untuk pembukuan dari Institute of Certified Bookkeepers (ICB) menyebut AI kini dipakai untuk pengambilan data, umpan data bank, pemberian kode transaksi, laporan pengecualian, proyeksi, validasi penggajian, dan penjelasan naratif. Panduan yang sama menegaskan bahwa AI mengubah alatnya, bukan tanggung jawabnya: orang yang menyusun pembukuan tetap bertanggung jawab atas hasilnya.

Bentuknya bisa berupa fitur di aplikasi akuntansi, chatbot yang diminta membaca berkas, atau agent AI yang menjalankan satu pekerjaan berulang, misalnya mencatat pengeluaran dari chat ke spreadsheet. Perbedaan ketiganya dijelaskan di Agent AI vs Chatbot vs RPA.

Laporan keuangan apa yang perlu disusun UMKM?

Sebelum memilih alat, pastikan bentuk laporan yang ingin dihasilkan sudah jelas. Di Indonesia, acuan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah adalah SAK EMKM dari Ikatan Akuntan Indonesia, yang disahkan pada 24 Oktober 2016. Menurut paragraf 3.9 SAK EMKM, laporan keuangan minimum terdiri dari tiga bagian.

LaporanIsinyaContoh pos
Laporan posisi keuangan pada akhir periodeAset, liabilitas, dan ekuitas pada akhir periode pelaporanKas dan setara kas, piutang, persediaan, aset tetap, utang usaha, utang bank, ekuitas (paragraf 4.2)
Laporan laba rugi selama periodeKinerja keuangan, berisi penghasilan dan beban yang diakui dalam periode ituPendapatan, beban keuangan, beban pajak (paragraf 5.2)
Catatan atas laporan keuanganTambahan dan rincian pos tertentu yang relevanPenjelasan pos yang perlu dirinci

SAK EMKM juga meminta informasi komparatif satu periode sebelumnya, sehingga laporan lengkap menyajikan minimum dua periode (paragraf 3.8 dan 3.10). Laporan arus kas tidak termasuk komponen wajib, tetapi boleh disajikan bila menambah manfaat bagi pembaca laporan.

Daftar ini penting karena AI hanya merangkum data yang ada. Bila transaksi belum dicatat dengan akun yang konsisten, laporan yang dihasilkan AI ikut tidak konsisten.

Bagian pekerjaan yang bisa dibantu AI

Kantor akuntan BDO menggolongkan pemakaian AI berisiko lebih rendah sebagai pemakaian yang mendukung orang, bukan mengambil keputusan untuknya: menyusun narasi, merangkum laporan, merapikan data, menandai klausul kontrak untuk ditinjau, dan membantu analisis tren. Dalam pola ini, penyusun tetap bertanggung jawab atas hasil dan peninjau tetap memeriksa dengan sungguh-sungguh.

Diterapkan ke pembukuan usaha kecil, pembagiannya kira-kira seperti tabel berikut. Tabel ini ilustrasi, bukan aturan baku.

PekerjaanYang bisa dikerjakan AIYang tetap diperiksa orang
Mengumpulkan transaksiMencatat pengeluaran yang diketik di chat atau dibaca dari foto nota ke satu tabelNominal, tanggal, dan nota yang tidak terbaca
Memberi akunMengusulkan akun untuk tiap transaksi berdasarkan aturan yang Anda tulisTransaksi baru, transaksi bernilai besar, dan yang akunnya ragu
Mencocokkan saldoMenandai transaksi bank yang belum punya pasangan di catatanKeputusan bahwa saldo sudah cocok
Menyusun laporanMerangkum catatan menjadi laba rugi dan posisi keuangan dengan format tetapAngka akhir, penyesuaian, dan catatan atas laporan
Menjelaskan angkaMenulis ringkasan perubahan dibanding periode laluKesimpulan dan keputusan yang diambil dari ringkasan itu

Batas dan risiko yang perlu diketahui

Angka bisa terlihat meyakinkan padahal keliru

Model bahasa bisa menghasilkan jawaban yang terdengar benar tetapi tidak sesuai data, yang disebut halusinasi AI. Deloitte menyebut kemungkinan hasil yang tidak andal ini sebagai risiko khusus AI generatif di akuntansi dan pelaporan, terutama bila hasilnya dipercaya begitu saja, dan menganjurkan pendekatan human-in-the-loop, yaitu hasil akhir divalidasi oleh orang yang kompeten. Penjelasan pola ini ada di Human-in-the-Loop AI Agent.

Zoho menunjuk tiga area yang perlu diawasi: ringkasan rekonsiliasi bank yang bisa menyebut transaksi cocok padahal belum diverifikasi, data pemasok dan pelanggan yang bisa tergabung atau terisi keliru, serta perhitungan pajak karena aturan pajak berbeda per wilayah dan berubah dari waktu ke waktu.

Pajak dan penilaian akuntansi bukan untuk ditebak

Panduan ICB menyatakan AI tidak boleh diandalkan untuk menyelesaikan posisi pajak yang ambigu atau menggantikan penilaian profesional, dan pengesahan akhir tetap dilakukan orang. Untuk pajak, cocokkan angka dengan aturan yang berlaku atau tanyakan ke konsultan pajak sebelum dilaporkan.

Akses data yang terlalu luas

BDO mengingatkan bahwa AI bisa memunculkan data sensitif, seperti informasi gaji yang tersimpan di folder, jauh lebih cepat daripada orang. Karena itu, berikan akses hanya ke berkas yang dibutuhkan pekerjaan. Bila data berisi informasi pribadi karyawan atau pelanggan, pemrosesannya juga tunduk pada UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. ICB juga melarang data klien diunggah ke alat AI publik atau konsumen yang tidak disetujui.

Tiga pola alur kerja: siapa yang menyusun, siapa yang memeriksa

BDO memberi tiga skenario untuk satu tagihan yang masuk dan perlu dijurnal. Pola ini berguna untuk menentukan seberapa jauh AI dilibatkan.

  1. Tanpa AI. Penyusun membuat jurnal dari tagihan, lalu peninjau memeriksa dan mencatatnya.
  2. AI membantu penyusun. AI membuat draf jurnal, penyusun memeriksa dan mengajukan, lalu peninjau mencatatnya. Menurut BDO, di sini masih ada dua orang yang melihat jurnal itu.
  3. AI menggantikan penyusun. AI membuat dan mengajukan jurnal, lalu peninjau mencatatnya. BDO menilai pola ini membuat alat AI menjadi bagian penting dari kontrol dan butuh perhatian tambahan.

Untuk usaha yang baru mulai, pola kedua lebih mudah diawasi: AI menyiapkan draf, orang memutuskan. Pola yang sama dipakai di uji agent sebelum tim memakainya, yaitu agent hanya membuat draf sampai hasilnya disetujui.

Cara memulai AI untuk laporan keuangan

1. Pilih satu pekerjaan dulu

Mulai dari pekerjaan kecil yang berulang dan mudah diperiksa, misalnya mencatat pengeluaran harian atau merekap penjualan mingguan. Jangan langsung menyerahkan seluruh penyusunan laporan. Cara memilih pekerjaan pertama dibahas di Satu Pekerjaan Berulang, Satu Agent AI.

2. Tetapkan daftar akun dan aturannya

Tulis daftar akun yang Anda pakai dan contoh transaksi untuk tiap akun, misalnya pembelian bahan baku masuk ke persediaan dan biaya listrik masuk ke beban. Aturan yang tertulis membuat usulan AI bisa dicek, dan transaksi yang tidak cocok dengan aturan mana pun bisa ditandai untuk ditanyakan.

3. Rapikan sumber data

Satukan nota, mutasi rekening, dan catatan penjualan di tempat yang jelas, misalnya satu spreadsheet. Sebutkan hanya sumber yang memang dibutuhkan. Prinsip menyambungkan data yang sudah ada dijelaskan di Sambungkan Data yang Sudah Perusahaan Pakai ke Agent AI.

4. Uji dengan data periode lalu

Jalankan AI pada transaksi satu periode yang laporannya sudah pernah Anda susun, lalu bandingkan hasilnya. Zoho menyarankan ringkasan buatan AI dicocokkan dengan data sumber minimal sebulan sekali, karena angka yang tidak tersambung ke catatan pembukuan adalah tanda bahaya. Sertakan kasus janggal dalam uji, seperti nota ganda atau transaksi tanpa keterangan.

5. Tentukan batas yang harus disetujui

Tetapkan jenis transaksi yang wajib disetujui orang, misalnya transaksi di atas nominal tertentu, pembayaran ke pemasok baru, dan semua angka pajak. Zoho juga menyarankan peringatan untuk transaksi bernilai besar.

6. Simpan jejak dan tinjau berkala

Pastikan setiap angka bisa dilacak ke transaksi asalnya. BDO menyarankan organisasi mencatat di mana saja AI dipakai dalam pelaporan, data apa yang dibaca, dan bagaimana hasilnya ditinjau. Untuk usaha kecil, catatan ini cukup berupa satu halaman: pekerjaan apa yang dibantu AI, siapa pemeriksanya, dan kapan dicek.

Contoh di Bikinin: dari catat pengeluaran sampai rekap pemilik

Di Bikinin, langkah pertama bisa dimulai dari template Asisten Catat Keuangan. Anda cukup mengetik transaksi di chat, misalnya "makan siang 25 ribu pakai QRIS", lalu agent mencatatnya ke Google Sheets yang dibuatkan otomatis, lengkap dengan total pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Agent berjalan di WhatsApp dan Telegram, dan setiap langkahnya bisa diperiksa.

Untuk laporan, kasus rekap mingguan pemilik di panduan menunjukkan agent yang mengumpulkan data dari sumber yang dipasang dan membedakan angka yang sudah dicocokkan dengan yang belum. Sumber data yang tidak disebut dalam penjelasan pekerjaan tidak dibaca, dan agent berhenti lalu bertanya saat datanya tidak cocok.

Panduan yang sama juga menyebut keputusan keuangan bernilai besar atau yang tidak bisa dibatalkan sebagai pekerjaan yang tidak cocok diserahkan ke agent. Agent menyiapkan catatan dan rekap, sedangkan angka akhir laporan dan keputusan keuangan tetap di tangan Anda atau akuntan Anda.

Daftar periksa sebelum memakai laporan dari AI

  • Total di laporan sama dengan jumlah transaksi di catatan sumber.
  • Saldo kas dan bank cocok dengan mutasi rekening pada tanggal yang sama.
  • Transaksi yang ditandai ragu sudah diputuskan oleh orang.
  • Angka pajak sudah dicek dengan aturan yang berlaku.
  • Laporan menyajikan periode berjalan dan periode sebelumnya.
  • Setiap angka bisa ditelusuri ke nota atau mutasi asalnya.

Mulai dari pencatatan yang rapi

Bantuan AI untuk laporan keuangan ada di pekerjaan yang berulang: mencatat, memberi akun, menandai yang belum cocok, dan merangkum. Penilaian akuntansi, pajak, dan pengesahan angka akhir tetap dikerjakan orang. Bila Anda ingin mulai dari pencatatan harian, coba template Asisten Catat Keuangan, lihat paket Bikinin, atau ceritakan pekerjaan keuangan yang ingin dibantu dan tim kami akan membalas lewat email.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah AI bisa membuat laporan keuangan sendiri?

AI bisa merangkum catatan transaksi menjadi laporan dengan format tetap, tetapi hasilnya bergantung pada kelengkapan dan konsistensi pencatatan. Angka akhir, penyesuaian, dan catatan atas laporan tetap perlu diperiksa dan disahkan orang yang bertanggung jawab atas pembukuan.

Laporan keuangan apa saja yang perlu disusun UMKM?

Menurut SAK EMKM paragraf 3.9, laporan keuangan minimum terdiri dari laporan posisi keuangan pada akhir periode, laporan laba rugi selama periode, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan arus kas tidak wajib, tetapi boleh disajikan bila bermanfaat.

Apakah aman memakai AI untuk menghitung pajak?

AI bisa membantu menyiapkan angka, tetapi aturan pajak berbeda per wilayah dan berubah dari waktu ke waktu. Cocokkan setiap angka pajak dengan aturan yang berlaku atau konsultasikan ke konsultan pajak sebelum dilaporkan.

Bagaimana cara memeriksa laporan keuangan buatan AI?

Cocokkan total laporan dengan transaksi di catatan sumber, cocokkan saldo kas dan bank dengan mutasi rekening, putuskan transaksi yang ditandai ragu, dan pastikan setiap angka bisa ditelusuri ke nota atau mutasi asalnya.

Bisakah Bikinin membantu pencatatan keuangan?

Bisa. Template Asisten Catat Keuangan mencatat transaksi yang Anda ketik di chat ke Google Sheets yang dibuatkan otomatis, lengkap dengan total pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Keputusan keuangan bernilai besar tetap di tangan Anda.

Baca juga

Ceritakan pekerjaannya.

Tulis satu pekerjaan berulang. Kami balas lewat email, dan bila cocok, uji disusun bersama sebelum Anda berlangganan.