Lewati ke konten
Panduan Agent AI

Agentic AI Adalah: Bedanya dengan AI Agent dan Generative AI

· 5 menit baca

Pemilik usaha dan staf meninjau diagram alur kerja beberapa agent AI yang saling terhubung di monitor kantor

Istilah agentic AI muncul di banyak presentasi vendor dan berita teknologi, berdampingan dengan AI agent dan generative AI. Ketiganya berkaitan, tetapi tidak sama. Tulisan ini menjelaskan arti agentic AI, perbedaannya dengan AI agent dan generative AI, lalu membantu Anda menilai mana yang benar-benar dibutuhkan bisnis Anda.

Agentic AI adalah apa?

Agentic AI (dalam bahasa Indonesia disebut juga AI agentik) adalah sistem AI yang bekerja untuk mencapai sebuah tujuan, bukan hanya menjawab satu permintaan. Menurut penjelasan IBM tentang AI agentik dan AI generatif, sistem ini merencanakan langkah, membuat keputusan, dan menjalankan alur kerja dalam banyak langkah dengan tingkat otonomi yang berbeda-beda. Ia bisa memecah tujuan menjadi langkah kecil, memakai alat dan sumber data lain, lalu meminta persetujuan manusia untuk keputusan yang memerlukan penilaian.

Ulasan akademik AI Agents vs. Agentic AI karya Ranjan Sapkota dan rekan (Cornell University) menarik garis yang lebih tegas: AI agent adalah satu sistem yang mengerjakan tugas tertentu dengan bantuan alat, sedangkan agentic AI adalah susunan beberapa agent dengan peran khusus yang berbagi informasi dan dikoordinasikan untuk menyelesaikan tujuan yang lebih besar.

Perbedaan generative AI, AI agent, dan agentic AI

Ketiganya dapat dipahami sebagai lapisan. Generative AI menjadi fondasi, AI agent menambahkan kemampuan bertindak, dan agentic AI mengoordinasikan beberapa agent sekaligus.

Generative AIAI agentAgentic AI
Tugas utamaMembuat konten: teks, gambar, kodeMenyelesaikan satu tugas tertentuMencapai tujuan yang terdiri dari banyak tugas
Cara mulai bekerjaMenunggu prompt dari penggunaDipicu prompt atau kejadian, lalu memakai alatDiberi tujuan, lalu membagi pekerjaan ke beberapa agent
Jumlah agentTidak ada, hanya modelSatuBeberapa, dengan pengatur alur
Hubungan ke aplikasi lainTidak ada, kecuali ditambahkanLewat alat atau API yang ditentukanLewat beberapa agent dan alat yang dikoordinasikan
IngatanSebatas percakapanSebatas tugas yang sedang dikerjakanDibagi antar-agent di sepanjang alur kerja

Tabel ini merangkum perbandingan dalam ulasan Sapkota dan rekan serta penjelasan IBM, disederhanakan untuk konteks bisnis.

Generative AI: pembuat konten

ChatGPT dan Gemini termasuk aplikasi generative AI. Anda memberi perintah, model membuat draf, lalu Anda memeriksa dan meminta revisi. Model ini bersifat reaktif: ia tidak melakukan apa pun sampai diberi perintah, dan tidak menyentuh aplikasi lain kecuali disambungkan.

AI agent: pelaksana satu tugas

AI agent memakai model generatif sebagai otaknya, lalu menambahkan akses ke alat: membaca spreadsheet, mengecek data pembayaran, mengirim pesan, dan mencatat hasilnya. Lingkupnya sempit dan jelas, misalnya mengingatkan tagihan yang jatuh tempo. Penjelasan lengkapnya ada di panduan agent AI untuk bisnis, dan perbandingannya dengan chatbot serta RPA dibahas di Agent AI vs Chatbot vs RPA.

Agentic AI: koordinasi beberapa agent

Agentic AI dipakai ketika satu tujuan membutuhkan beberapa pekerjaan yang saling bergantung. Satu agent merencanakan, agent lain mengambil data, agent ketiga menyusun laporan, dan sebuah lapisan pengatur memastikan urutannya benar. Ulasan Sapkota dan rekan juga mencatat tantangan yang lebih besar pada susunan ini, seperti kesalahan yang menjalar dari satu agent ke agent lain dan perilaku yang sulit diprediksi.

Contoh dalam satu pekerjaan: tagihan jatuh tempo

Agar perbedaannya terasa, bayangkan satu pekerjaan yang sama dikerjakan dengan tiga pendekatan. Contoh ini ilustrasi, bukan data dari bisnis tertentu.

  • Generative AI: admin menempelkan data satu pelanggan ke ChatGPT dan meminta draf pesan pengingat yang sopan. Admin tetap mencari tagihan, mengirim pesan, dan mencatat hasilnya sendiri.
  • AI agent: agent membaca daftar tagihan, memilih yang sudah jatuh tempo, mencocokkan dengan pembayaran yang masuk, mengirim pengingat, lalu mencatat statusnya. Bila nominal tidak cocok, agent berhenti dan bertanya ke admin.
  • Agentic AI: satu agent menangani pengingat, satu agent mencocokkan mutasi rekening, satu agent memperbarui catatan piutang, dan satu agent menyusun laporan mingguan untuk pemilik. Pengatur alur membagi tugas dan menggabungkan hasilnya.

Untuk distributor dengan puluhan pelanggan tetap, pendekatan kedua sudah menyelesaikan masalahnya. Pendekatan ketiga baru masuk akal bila pekerjaannya memang melibatkan beberapa tim dan sistem yang harus bergerak bersama.

Hati-hati dengan label "agentic"

Lembaga riset Gartner dalam siaran pers 25 Juni 2025 memperkirakan lebih dari 40% proyek agentic AI akan dibatalkan pada akhir 2027 karena biaya yang membengkak, nilai bisnis yang tidak jelas, atau kontrol risiko yang kurang memadai. Gartner juga menyebut praktik agent washing, yaitu produk lama seperti asisten AI, RPA, dan chatbot yang diberi label baru tanpa kemampuan agentic yang berarti. Menurut perkiraan Gartner, hanya sekitar 130 dari ribuan vendor agentic AI yang benar-benar menawarkan kemampuan tersebut.

Rekomendasi Gartner dalam siaran pers yang sama cukup praktis: pakai AI agent ketika ada keputusan yang perlu diambil, otomatisasi untuk alur kerja rutin, dan asisten untuk pencarian informasi sederhana. Bagi usaha kecil dan menengah, artinya Anda tidak perlu mengejar sistem multi-agent sebelum satu pekerjaan berjalan dengan baik.

Mana yang dibutuhkan bisnis Anda?

  1. Butuh draf tulisan, ringkasan, atau ide? Generative AI sudah cukup. Hasilnya tetap perlu diperiksa sebelum dipakai.
  2. Ada satu pekerjaan berulang yang menyentuh data dan aplikasi lain? Mulailah dengan satu AI agent. Panduan memilih pekerjaan pertamanya ada di Satu Pekerjaan Berulang, Satu Agent AI, dan contoh pekerjaannya di Contoh Penggunaan AI Agent untuk Bisnis.
  3. Beberapa agent sudah berjalan dan hasilnya perlu saling disambungkan? Di titik ini susunan agentic layak dipertimbangkan, dengan jejak tiap langkah yang bisa diperiksa dan titik persetujuan manusia untuk keputusan penting.

Apa pun pilihannya, uji dulu dengan contoh sebelum tim mengandalkannya. Daftar periksanya tersedia di Uji Agent AI Sebelum Tim Memakainya.

Pertanyaan untuk penyedia yang menawarkan agentic AI

  • Pekerjaan apa persisnya yang diselesaikan, dan langkah apa saja yang diambil sistem tanpa campur tangan orang?
  • Apakah sistem bisa membaca dan mengubah data di aplikasi yang sudah Anda pakai, atau hanya menjawab percakapan?
  • Apa yang terjadi saat datanya tidak cocok: berhenti dan bertanya, atau menebak?
  • Di mana jejak tiap langkah disimpan, dan siapa yang bisa memeriksanya?
  • Bagaimana biaya dihitung ketika jumlah pekerjaan bertambah?

Bila jawabannya hanya berupa percakapan tanpa tindakan ke aplikasi lain, produk itu lebih dekat ke chatbot daripada agent.

Mulai dari satu agent yang bisa diperiksa

Bikinin menyusun agent dari penjelasan Anda dengan bahasa biasa, menghubungkannya ke data yang sudah dipakai perusahaan, lalu menjalankannya setelah diuji, dengan hasil tiap langkah yang bisa Anda buka. Langkah membangunnya dijelaskan di Cara Membuat AI Agent untuk Bisnis dalam 5 Langkah. Lihat susunan paket di halaman harga, atau ceritakan satu pekerjaan berulang di perusahaan Anda melalui halaman kontak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Agentic AI adalah apa?

Agentic AI adalah sistem AI yang bekerja untuk mencapai sebuah tujuan: merencanakan langkah, membuat keputusan, memakai alat dan data dari aplikasi lain, serta mengoordinasikan beberapa agent dengan peran khusus. Keputusan yang memerlukan penilaian tetap bisa diserahkan ke manusia untuk disetujui.

Apa bedanya AI agent dan agentic AI?

AI agent adalah satu sistem yang menyelesaikan satu tugas tertentu dengan bantuan alat, misalnya mengingatkan tagihan jatuh tempo. Agentic AI adalah susunan beberapa agent yang berbagi informasi dan dikoordinasikan oleh lapisan pengatur untuk menyelesaikan tujuan yang terdiri dari banyak tugas.

Apa bedanya agentic AI dan generative AI?

Generative AI membuat konten seperti teks, gambar, atau kode ketika diberi perintah, lalu menunggu perintah berikutnya. Agentic AI memakai model generatif sebagai dasarnya, tetapi menambahkan perencanaan, akses ke alat, dan tindakan nyata di aplikasi lain untuk mencapai sebuah tujuan.

Apakah usaha kecil perlu agentic AI?

Tidak harus. Mulailah dari satu AI agent untuk satu pekerjaan berulang yang datanya sudah tersedia dan hasilnya bisa diperiksa. Susunan multi-agent baru layak dipertimbangkan setelah beberapa agent berjalan dan hasilnya perlu saling disambungkan.

Bagaimana mengenali produk yang hanya mengaku agentic?

Tanyakan pekerjaan apa yang diselesaikan, apakah sistem bisa membaca dan mengubah data di aplikasi Anda, apa yang terjadi saat data tidak cocok, dan di mana jejak tiap langkah disimpan. Gartner menyebut praktik memberi label baru pada chatbot, RPA, atau asisten AI tanpa kemampuan agentic sebagai agent washing.

Baca juga

Ceritakan pekerjaannya.

Tulis satu pekerjaan berulang. Kami balas lewat email, dan bila cocok, uji disusun bersama sebelum Anda berlangganan.