Lewati ke konten
Panduan Agent AI

AI Generatif Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya untuk Bisnis

· 8 menit baca

Laptop di meja kantor toko kecil memancarkan cahaya yang berubah menjadi kartu foto produk, draf dokumen, dan ikon suara, sementara tangan memeriksa draf sebelum dipakai

AI generatif adalah apa?

AI generatif adalah jenis kecerdasan buatan yang dapat membuat konten baru, seperti teks, gambar, video, audio, atau kode, sebagai jawaban atas perintah (prompt) dari pengguna. IBM menjelaskannya sebagai AI yang dapat membuat konten orisinal untuk merespons prompt atau permintaan pengguna. Dalam bahasa Inggris istilahnya generative AI, disingkat gen AI.

Halaman bantuan Google tentang AI generatif memberi batasan yang berguna untuk diingat: AI generatif adalah jenis model machine learning, bukan manusia. Ia tidak berpikir mandiri atau merasakan emosi, tetapi sangat mahir menemukan pola. Google juga menulis bahwa sebelumnya AI dipakai untuk memahami dan merekomendasikan informasi, sedangkan AI generatif juga dapat membantu membuat konten baru.

Menurut dokumentasi Microsoft tentang cara kerja AI generatif dan LLM, hasil AI generatif tergantung pada input yang Anda berikan, dan pengguna berinteraksi dengannya lewat aplikasi obrolan dengan bahasa sehari-hari. ChatGPT dari OpenAI adalah contoh yang dikenal luas. Aplikasi teks seperti ini didukung oleh model bahasa besar, yang dibahas di artikel LLM adalah.

Bagaimana cara kerja AI generatif?

IBM membagi cara kerja AI generatif ke dalam tiga fase.

1. Pelatihan model dasar

Semua dimulai dari model dasar (foundation model), yaitu model pembelajaran mendalam yang menjadi fondasi berbagai aplikasi. Model ini dilatih dengan data dalam jumlah sangat besar. Selama pelatihan, model berlatih menebak elemen berikutnya dalam suatu urutan, misalnya kata berikutnya dalam kalimat atau baris berikutnya dalam kode, lalu terus menyesuaikan diri agar tebakannya makin dekat dengan data sebenarnya. Menurut IBM, tahap ini membutuhkan ribuan GPU, berminggu-minggu pemrosesan, dan biaya jutaan dolar. Karena itu, bisnis kecil memakai model yang sudah jadi, bukan melatih sendiri.

2. Penyetelan untuk tugas tertentu

IBM menggambarkan model dasar sebagai seorang generalis: tahu banyak hal, tetapi belum tentu menghasilkan format tertentu dengan tepat. Model lalu disetel, antara lain dengan fine-tuning (memberi contoh pertanyaan dan jawaban yang benar) dan RLHF, yaitu pembelajaran dari penilaian manusia atas jawaban model.

3. Pembuatan, evaluasi, dan perbaikan

Hasil model terus dinilai dan diperbaiki. Cara lain yang disebut IBM adalah retrieval-augmented generation (RAG), yaitu memberi model akses ke sumber di luar data pelatihannya agar jawabannya memakai informasi terkini. Untuk bisnis, RAG adalah cara agar AI menjawab dari dokumen Anda sendiri, misalnya daftar harga atau SOP. Penjelasannya ada di RAG adalah.

Satu hal yang perlu dipahami dari cara kerja ini: model menyusun jawaban berdasarkan pola, bukan dengan memeriksa fakta. Model juga hanya melihat informasi yang muat di ruang kerjanya saat itu, yang disebut context window.

Jenis dan contoh AI generatif

AI generatif dikelompokkan berdasarkan jenis konten yang dibuatnya. Tabel berikut merangkum jenis yang disebut IBM dan Microsoft, dengan contoh alat yang dikenal publik.

Jenis kontenYang bisa dibuatContoh alat
TeksEmail, deskripsi produk, ringkasan dokumen, artikel, laporanChatGPT, Gemini, Claude
GambarIlustrasi, foto produk, aset desain dari deskripsi teksDALL-E, Midjourney, Stable Diffusion
VideoKlip pendek, animasi, papan ceritaAlat video generatif dari berbagai penyedia
AudioSuara, musik, efek suaraAlat audio dan sintesis suara
KodePotongan kode, penjelasan kode, perbaikan bugAsisten pemrograman berbasis LLM

Ada juga model multimodal, yang menurut IBM dapat menangani beberapa jenis konten sekaligus, misalnya menerima foto lalu menjawab dengan teks.

Contoh AI generatif untuk bisnis

Bagi pemilik usaha, nilai AI generatif terletak pada pekerjaan menulis dan menyusun yang berulang. Contoh berikut diambil dari kategori penggunaan yang disebut IBM dan Microsoft, lalu diterjemahkan ke pekerjaan usaha kecil dan menengah. Contohnya ilustrasi, bukan hasil dari bisnis tertentu.

  • Deskripsi produk toko online. Microsoft mencontohkan deskripsi barang di toko online sebagai salah satu keluaran AI generatif. Anda memberi spesifikasi, AI menyusun draf, tim memeriksa ukuran dan harga sebelum tayang.
  • Draf balasan pelanggan. Pertanyaan tentang ongkir, stok, atau jam buka dijawab dalam bentuk draf yang tinggal disetujui. Agar jawabannya sesuai kebijakan toko, AI perlu diberi dokumen acuan, bukan dibiarkan menebak.
  • Ringkasan dokumen. IBM menyebut penyusunan ringkasan dokumen sebagai tugas berulang yang bisa diserahkan ke AI generatif, misalnya merangkum notulen rapat atau kontrak pemasok.
  • Draf dokumen kerja. IBM juga menyebut pembuatan dan revisi kontrak, faktur, dan tagihan. Pengecekan angka tetap di tangan orang. Batasnya untuk urusan keuangan dibahas di AI untuk laporan keuangan.
  • Materi pemasaran. Ide konten, naskah promosi, dan variasi caption untuk media sosial.

Kualitas hasil sangat bergantung pada perintah yang Anda tulis. Struktur prompt untuk pekerjaan bisnis dijelaskan di cara membuat prompt AI untuk bisnis, dan gambaran pemanfaatan AI untuk usaha kecil ada di AI untuk UMKM.

Sebagai gambaran adopsinya, survei McKinsey The state of AI 2025 terhadap 1.993 responden mencatat 79 persen responden menyatakan organisasinya rutin memakai gen AI di setidaknya satu fungsi bisnis, naik dari 33 persen pada 2023. Namun hanya 7 persen yang menyebut AI sudah diterapkan penuh di seluruh organisasi. Perlu dicatat, menurut McKinsey 38 persen respondennya bekerja di organisasi dengan pendapatan tahunan di atas 1 miliar dolar AS, sehingga angka ini tidak menggambarkan usaha kecil secara langsung.

Risiko dan batas AI generatif

NIST, lembaga standar Amerika Serikat, menerbitkan profil risiko AI generatif (NIST AI 600-1) pada Juli 2024. Dokumen itu mendaftar 12 risiko yang khas atau diperbesar oleh AI generatif. Beberapa yang relevan untuk bisnis:

Risiko menurut NISTArtinyaYang bisa Anda lakukan
ConfabulationKonten yang salah tetapi disampaikan dengan yakin, dikenal sebagai halusinasiPeriksa fakta, angka, dan nama sebelum dipakai
Data privacyKebocoran atau penggunaan data pribadi dan data sensitif tanpa izinJangan memasukkan data pelanggan ke alat yang kebijakan datanya tidak jelas
Intellectual propertyKonten yang melanggar hak cipta atau merek pihak lainPeriksa gambar dan teks sebelum dipakai untuk materi komersial
Information securityCelah keamanan baru, termasuk serangan lewat inputBatasi akses AI ke data dan alat yang benar-benar dibutuhkan
Human-AI configurationKetergantungan berlebihan atau terlalu percaya pada hasil AITetapkan hasil mana yang wajib dicek orang

Risiko ini bukan teori. Dalam survei McKinsey yang sama, 51 persen responden dari organisasi pengguna AI melaporkan setidaknya satu konsekuensi negatif, dan hampir sepertiga responden melaporkan konsekuensi akibat ketidakakuratan AI. McKinsey juga mencatat bahwa organisasi dengan hasil AI terbaik lebih mungkin punya proses yang jelas tentang kapan hasil model harus divalidasi manusia.

Untuk data pelanggan, Indonesia memiliki UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang tetap berlaku ketika data itu diolah dengan AI. Penjelasan lebih lanjut tentang dua risiko teknis ada di halusinasi AI adalah dan prompt injection adalah.

AI generatif vs AI agent

AI generatif membuat konten saat diminta. Ia menunggu perintah, menghasilkan draf, lalu berhenti. Ia tidak membuka spreadsheet, mengirim pesan, atau mencatat hasil kecuali disambungkan ke alat lain.

AI agent memakai model generatif sebagai otaknya, lalu menambahkan kemampuan bertindak. McKinsey mendefinisikan AI agent sebagai sistem berbasis model dasar yang mampu bertindak di dunia nyata, merencanakan, dan menjalankan beberapa langkah dalam alur kerja.

AI generatifAI agent
Hasil kerjaKonten: teks, gambar, kodePekerjaan selesai: data dicek, pesan terkirim, hasil tercatat
Cara mulaiMenunggu promptDipicu prompt, jadwal, atau kejadian
Akses ke aplikasi lainTidak ada, kecuali ditambahkanLewat alat yang ditentukan
Contoh tagihanMenulis draf pesan pengingatMembaca tagihan, memilih yang jatuh tempo, mengirim pengingat, mencatat balasan

Tabel ini penyederhanaan untuk konteks bisnis. Perbandingan yang memasukkan agentic AI ada di agentic AI adalah, dan komponen agent dijelaskan di cara kerja AI agent.

Cara memulai memakai AI generatif di bisnis

Langkah berikut adalah panduan dari tim Bikinin untuk pemilik usaha yang baru mulai.

  1. Pilih satu pekerjaan menulis yang berulang. Misalnya deskripsi produk baru atau balasan pertanyaan stok. Hindari memulai dari pekerjaan yang hasilnya langsung berdampak ke uang atau hukum.
  2. Siapkan bahan acuan. Daftar harga, kebijakan retur, dan contoh balasan yang menurut Anda sudah benar.
  3. Tulis perintah yang lengkap. Peran, tugas, bahan acuan, batasan, dan format hasil.
  4. Tentukan siapa yang memeriksa. Draf AI diperiksa orang sebelum dikirim ke pelanggan, setidaknya sampai Anda yakin hasilnya konsisten.
  5. Lindungi data. Pakai data pelanggan seperlunya dan pilih layanan yang kebijakan datanya Anda pahami.
  6. Naik ke agent jika langkahnya jelas. Ketika Anda mendapati diri menyalin hasil AI ke aplikasi lain berulang kali, pekerjaan itu kandidat untuk agent. Cara memilihnya ada di satu pekerjaan berulang, satu agent AI.

Dari AI generatif ke agent di Bikinin.ai.id

Bikinin memakai kemampuan AI generatif untuk menyusun agent, lalu menjalankan pekerjaannya dengan data yang sudah Anda pakai. Yang tercantum di halaman Bikinin:

  • Anda menjelaskan pekerjaan dengan bahasa biasa, seperti menjelaskan ke tim, dan langkah agent muncul dari kalimat itu. Detailnya ada di panduan agent AI untuk bisnis.
  • Agent dihubungkan ke Google Sheets dan aplikasi yang sudah Anda pakai, lalu dijalankan di WhatsApp dan Telegram.
  • Setiap langkah bisa diuji sebelum tim mengandalkannya dan bisa diperiksa setelah berjalan.
  • Tersedia template siap pakai, misalnya Asisten Catat Keuangan yang mencatat transaksi dari chat ke Google Sheets. Setiap template diuji dengan agent sungguhan sebelum terbit.

Prinsipnya satu pekerjaan, satu agent, sehingga hasil kerja AI tetap mudah diperiksa oleh orang yang bertanggung jawab.

Kesimpulan

AI generatif adalah AI yang membuat konten baru, berupa teks, gambar, video, audio, atau kode, berdasarkan pola dari data pelatihan dan perintah yang Anda berikan. Untuk bisnis, manfaatnya ada pada draf: deskripsi produk, balasan pelanggan, ringkasan, dan materi pemasaran. Hasilnya tetap perlu diperiksa, karena model menyusun jawaban dari pola, bukan dari pengecekan fakta.

Ketika draf itu perlu diteruskan menjadi tindakan, misalnya dicatat ke spreadsheet atau dikirim ke pelanggan, di situlah AI agent berperan. Anda bisa mulai dari template agent siap pakai, melihat paket di halaman harga, atau ceritakan pekerjaannya agar langkah agent bisa disusun bersama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang dimaksud dengan AI generatif?

AI generatif adalah jenis kecerdasan buatan yang dapat membuat konten baru, seperti teks, gambar, video, audio, atau kode, untuk merespons prompt atau permintaan pengguna. Model ini belajar dari pola dalam data pelatihan dalam jumlah besar.

Apa saja contoh AI generatif?

Contoh untuk teks adalah ChatGPT, Gemini, dan Claude. Untuk gambar ada DALL-E, Midjourney, dan Stable Diffusion. Ada juga AI generatif untuk video, audio, musik, dan kode.

Bagaimana cara kerja AI generatif?

IBM membaginya ke dalam tiga fase: pelatihan model dasar dengan data dalam jumlah sangat besar, penyetelan untuk tugas tertentu (misalnya fine-tuning dan RLHF), lalu pembuatan, evaluasi, dan perbaikan hasil. RAG dipakai agar model bisa menjawab dari sumber di luar data pelatihannya.

Apa fungsi AI generatif untuk bisnis?

AI generatif membantu menyusun draf pekerjaan menulis yang berulang, seperti deskripsi produk, balasan pelanggan, ringkasan dokumen, draf dokumen kerja, dan materi pemasaran. Hasilnya tetap diperiksa orang sebelum dipakai.

Apa risiko AI generatif?

Profil risiko NIST AI 600-1 mendaftar 12 risiko, antara lain konten salah yang disampaikan dengan yakin (halusinasi), kebocoran data pribadi, pelanggaran hak kekayaan intelektual, celah keamanan informasi, dan ketergantungan berlebihan pada hasil AI.

Apa bedanya AI generatif dan AI agent?

AI generatif membuat konten saat diminta lalu berhenti. AI agent memakai model generatif sebagai otaknya, lalu menambahkan kemampuan bertindak lewat alat, misalnya membaca spreadsheet, mengirim pesan, dan mencatat hasil dalam beberapa langkah.

Baca juga

Ceritakan pekerjaannya.

Tulis satu pekerjaan berulang. Kami balas lewat email, dan bila cocok, uji disusun bersama sebelum Anda berlangganan.